Menjatuhkan Pilihan
"Kenapa tidak coba menulis buku saja?" tanya salah seorang sahabatku di rumahnya ketika
kami tengah asyik membahas seputar karya seorang penulis buku sekaligus musikus
yang juga hobi mendaki gunung, yakni Fiersa Besari. Aku tidak lekas menjawab pertanyaan sahabatku tersebut
karena sedang memilih jawaban yang pas untuk aku berikan. "Sebenarnya,"
aku mulai memecah keheningan yang tadi aku buat, "keinginanku untuk
menulis itu sudah ada sejak lama dan akan jadi kebanggaan tersendiri bila tulisanku
dibukukan." lanjutku. Namun, aku beralasan
bahwa aku belum tahu apa yang nanti akan aku tulis dan harus mulai menulis dari
mana.
(Tim Media)
Kami merupakan satu tim dalam sebuah media kecil
yang menyampaikan informasi mengenai kegiatan sebuah organisasi dan hal lain di
sekitar Kota Bogor khususnya Bogor Timur. Aku, yang beberapa kesempatan mendapat tugas
membuat berita dan cerita di media tersebut, memungkinkan sahabatku itu melihat
potensi menulisku di sana.
(Beberapa majalah yang memuat tulisanku)
Seperti di awal aku katakan,
akan jadi kebanggaan tersendiri bila tulisanku dibukukan. Namun, aku merasa
belum sanggup memenuhi hasrat besarku itu. Aku pun hanya mampu menulis di buku
catatanku. Hingga suatu ketika timbul ide untuk mempublikasikan tulisanku ke media
digital semacam blog. Walaupun aku tahu, tulisan-tulisan
di blog sangatlah rentan akan pembajakan karena tidak dilindungi
hak cipta begitu pun Undang-undang. Juga, eksistensi blog saat ini sudah mulai tersaingi oleh media sosial lain yang lebih
mudah diakses dan cukup memanjakan penggunanya. Lalu, kenapa memilih blog untuk dijadikan tempat menulis?
Meski kenyataanya seperti itu, tidak menyurutkanku untuk tetap menulis
di sana. Karena, setiap orang memiliki ciri
khas dan gaya penulisannya masing-masing. Sehingga, kita tidak akan kehilangan pembaca setia kita
yang sudah hafal dengan gaya penulisan di blog pribadi kita. Dan, bukankah setiap media, pasti memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing? Bukankah setiap media juga, memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri?
Termasuk blog yang memiliki
kelebihan, ciri khas, serta keunikan di dalamnya yang membuat penggunanya tetap
menjatuhkan pilihan terhadapnya.
Salah satu alasanku
memilih blog sebagai tempatku mempublikasikan tulisanku yakni, ada beberapa situs blog yang menyediakan layanan gratis, hingga kita tidak perlu khawatir
tentang pembayaran meski pasti ada beberapa hal yang dibatasi. Tapi, bagi seseorang yang hanya ingin sekadar menulis pengalaman seperti aku ini, blog menjadi tempat yang pas untuk menuangkan tulisan.
***
Desember 2018, aku memutuskan
untuk mulai membuat sebuah blog di platform Blogger bernama "Kita Berkisah" dengan maksud menjadikannya sebagai tempat berbagi pengalaman. Namun, karena satu dan lain hal, aku pun kembali membuat blog baru bernama lain yakni "Lelaki Rumahan" dengan tulisan pertamaku
berjudul "Jatuh Cinta Pada P(em)andangan Pertama" yang menceritakan perjalananku
bersama kawan-kawan kakakku ke sebuah pantai di daerah Ujung Genteng.
Aku pun membagikan alamat blog pribadiku kepada kawan-kawanku di sebuah grup chat untuk memperkenalkan blog tersebut beserta tulisan di dalamnya. Tidak disangka, dengan membagikan
alamat blog pribadiku ke grup chat tersebut, membuat dua kawanku yang dulu
pernah memiliki blog––bersemangat kembali untuk menulis di blog pribadi mereka (Aksara Nirwana dan Alikpedia).
Hal tersebut menjadi sebuah suntikan semangat bagiku yang baru pertama kali memasuki
dunia Blogging ini untuk terus menulis, baik di salah satu Web blog ternama seperti Blogger maupun media-media
lainnya.
Semoga saja, di tahun ini begitu pun tahun yang akan datang. Dunia Blogging
kembali menjadi tren sebagai media untuk mencurahkan pikiran; menyampaikan
informasi, juga menjadi sebab berkembangnya
budaya literasi di negeri ini––hingga mencetak sumber daya manusia yang cerdas
juga berkarakter positif.
Salam literasi.
Salam literasi.




Siap, alhamdulillah sejak tergabung di sebuah organisasi -saya dikelilingi oleh kawan-kawan luar biasa yang sangat menginspirasi juga memotivasi hingga bisa mengubah banyak hal dalam hidup saya.
ReplyDeleteHatur nuhun badag Kang atas dorongannya, hehe.
Sampurasun.