Ditegur Asma Nadia
"Itu kamu yang tadi nanya, kok malah
ngobrol?" tegur Asma Nadia yang tengah menjawab pertanyaan yang saya
lontarkan sebelumnya. Iya, Asma Nadia
penulis yang beberapa bukunya sudah difilmkan seperti "Assalamu'alaikum
Beijing" dan "Surga Yang Tak Dirindukan" itu, pasti tahu kan?
Jadi begini ceritanya: tiga tahun
lalu–tepatnya 23 - 24 April 2016, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor
menyelenggarakan kompetisi yang cukup bergengsi di Jawa Barat, yakni Kristal Mandapa. Kristal Mandapa merupakan acara yang rutin diadakan setiap tahun oleh siswa-siswi MAN 2 Kota Bogor. Di dalamnya terdapat
beberapa perlombaan tentang dunia Islam. Di samping itu, terdapat juga acara Kristal Mandapa Book Fair atau bedah buku yang tahun itu
berkesempatan mengundang penulis ternama: Asma Nadia.
Sebenarnya saya hanya mengikuti perlombaan
film pendek bersama tim perwakilan sekolah di acara Kristal Mandapa 2016 (alhamdulillah ketika itu kami mendapat penghargaan film pendek terfavorit dalam lomba film pendek, walau sebenarnya banyak kekurangan. Bila penasaran kenapa menjadi film pendek terfavorit, bisa tonton 3 Sekawan). Hanya saja, Dana, kawan saya di sebuah organisasi,
menawari tiket masuk bedah buku di acara tersebut–karena kebetulan dia
merupakan bagian dari panitia di bedah buku. Saya pun membeli tiket yang
ditawarinya karena saya cukup penasaran dan ingin merasakan pengalaman
mengikuti kegiatan bedah buku tersebut.
Kegiatan bedah buku sendiri dilaksanakan di
hari kedua pelaksanaan Kristal Mandapa 2016 tepatnya hari Ahad selepas pengumuman para
pemenang Kristal Mandapa 2016 sekitar pukul satu siang.
Setelah beberapa menit pintu masuk acara
bedah buku dibuka, saya masuk dan menempati bangku paling belakang. Saat itu
tengah dibahas mengenai buku Asma Nadia yang berjudul "Catatan Hati Seorang Gadis," kemudian
masuk ke sesi tanya-jawab. Setelah beberapa orang mengajukan pertanyaan yang
kemudian dijawab Asma Nadia, akhirnya saya pun berkeinginan dan berkesempatan
untuk bertanya. Saya mengajukan pertanyaan yang sebenarnya di luar tema, yakni mengenai tip menulis bagi pemula.
Meski demikian, Beliau tetap meladeni pertanyaan tersebut.
Di tengah jawaban Asma Nadia, Dana yang sebelumnya ikut duduk bersama saya
di jajaran bangku belakang–malah mengajak berdiskusi sehingga saya tidak
memperhatikan jawaban Asma Nadia atas pertanyaan saya. Seketika itu Asma Nadia
menegur saya karena tidak berlaku semestinya, seketika itu pun mata yang hadir
di sana tertuju pada saya. Wah, pastinya saya malu sekali saat itu.
Setelah selesai, ada sesi foto bersama Asma
Nadia bagi yang memenuhi persyaratan (saya tidak termasuk). Beruntungnya, ada kawan saya yang memenuhi
persyaratan dan mengajak saya untuk ikut foto bersama Asma Nadia, tentu dengan senang hati saya terima tawaran tersebut.
Pengalaman yang... lumayan berkesan. Ya, meski ada kejadian
memalukan, tetapi cukup memberi pelajaran.
Teruntuk Mbak Asma Nadia, terima kasih dan
mohon maaf, semoga selalu menginspirasi.
For your information: MAN 2 Kota Bogor kembali mengadakan kompetisi tahunan Kristal Mandapa pada 1-2 Mei 2019. Info lebih lanjut bisa dilihat di laman resminya.




Comments
Post a Comment