(Bukan) Review Film: SORE: Istri dari Masa Depan
"Klimaks!" buncah hatiku ketika Jonathan dan Sore berjabat tangan. Pemutaran masa yang berulang dari sudut pandang Sore dan Jonathan, membuatku terhenti pertanyaan--yang sebetulnya tak memerlukan jawaban--mengenai Sore, seorang istri, yang datang dari masa depan.
"Sore: Istri dari Masa Depan" merupakan salah satu film yang webseries -nya pernah kutonton dan kuputar ulang sejak perilisannya di platform Youtube pada 8 tahun silam. Ya, film tersebut sebelumnya memang memiliki webseries di platform Youtube dengan kanal Youtube Tropicana Slim, sebuah merek ternama yang fokus pada produk alternatif atau pengganti dari produk yang biasa kita Konsumsi seperti gula--yang iklannya setidaknya pernah satu kali kita lihat di layar televisi.
Tentu saja siapa saja akan bertanya ketika sebuah karya, yang pernah ada sebelumnya, tetapi dicoba untuk dibuat kembali dengan media yang berbeda. "Bagaimana alur ceritanya? Akan dibawakan dengan cara yang seperti apa? Ingin sama seperti aslinya?" Dan banyak pertanyaan lainnya.
Jelas aku cukup merasa bosan ketika mendapati film tersebut hanya mengulang adegan-adegan di webseries dengan judul yang sama itu. Termasuk kata-kata yang pada akhirnya menjadi klise dan membosankan didengar "Tahu, enggak. Kenapa senja itu menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap ketakutan. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya."
Kebosananku yang diam-diam bergelayut di hatiku itu, kian sirna ketika Sore, sang istri dari masa depan, ternyata kembali-ulang kejadian yang sama dan memulai kejadian tersebut dari awal ketika ia mendapati dirinya gagal, gagal untuk menyadarkan Jonathan, suaminya. Aku secara kekanak-kanakkan, membayangkan kebosananku yang kupunya tadi berpindah ke diri Sore yang ternyata telah ratusan kali (atau bahkan ribuan kali) kembali ke masa lalu, untuk sesuatu yang belum ia ketahui alasan apa yang mengharuskannya melakukan pengulangan itu.
Untukmu, yang pernah menonton "Sore: Istri dari Masa Depan" versi webseries, dan sekarang telah menonton versi filmnya, pasti ngeh dengan banyaknya perbedaan, terutama dari plot cerita. Kalau boleh sedikit mengulas kembali cerita Sore versi webseries , dengan kesadaran kita saat ini, kita cukup banyak menemukan plot hole atau kejanggalan yang membuat webseries tersebut sangat tidak masuk akal, paradoks. Pada webseries-nya sendiri, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Dan ini membuat kita haus akan penjelasan. Di tengah kehausan akan penjelasan, "Sore: Istri dari Masa Depan" versi film, datang membawa segudang jawaban, yang membuat kita palum dan kekenyangan, baik oleh alurnya, maupun oleh sinematografinya.
Bella ciao !

_page-0001.jpg)

Comments
Post a Comment